DIarsipkan di bawah: Info Pesantren | Leave a Comment »
Munculnya film 2012 yang didasari ramalan kiamat dari kalender Maya membuat banyak orang membicarakan zaman akhir. Banyak yang menganggap ramalan itu sesat. Namun, ada juga yang sedikit percaya. Walau demikian, ternyata ramalan tentang kiamat yang kebanyakan berasal dari latar belakang keagamaan sudah sering diungkapkan. Sepuluh di antaranya— yang kemudian terbukti meleset— adalah:
1. Ayam Peramal dari Leeds, 1806
Sejarah mencatat banyak tokoh yang menyatakan bahwa zaman akhir hampir tiba ditandai dengan kedatangan nabi. Namun, mungkin “nabi” yang paling aneh adalah seekor ayam petelur dari Kota Leeds, Inggris, 1806. Ayam ini awalnya disangka menghasilkan telur yang bertuliskan “Kristus akan datang”. Seiring menyebarnya kabar mujizat ini, banyak orang menjadi percaya bahwa kiamat hampir tiba sehingga seorang penduduk yang penasaran akhirnya mengawasi sang ayam ketika bertelur dan menyaksikan penipu yang menuliskan kalimat itu.
2. Kaum Millerite, 23 April 1843
Seorang petani di New England bernama William Miller, setelah beberapa tahun mempelajari Alkitab, menyimpulkan bahwa waktu yang dipilih Tuhan untuk menghancurkan dunia bisa disimpulkan dari penafsiran harafiah isi Alkitab. Ia menjelaskan hal ini kepada siapa saja bahwa dunia akan berakhir antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ia berkotbah dan menerbitkan tulisan cukup banyak dan memimpin ribuan orang (yang disebut kaum Millerite) yang meyakini bahwa tanggal pasti kiamat adalah 23 April 1843. Banyak yang menjual atau menyumbangkan semua harta miliknya karena percaya semuanya tak dibutuhkan lagi; tapi ketika tanggal 23 April datang (tapi Yesus belum juga datang) maka grup itu pun dibubarkan, lalu sebagian dari mereka membentuk gerakan yang hingga kini dikenal sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (Seventh Day Adventist).
3. Armageddon/Kiamat kaum Mormon, 1891 atau sebelumnya
Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, mengadakan rapat gereja pada Februari 1835 untuk memberitahu bahwa ia berbicara kepada Tuhan. Selama pembicaraan itu, Smith mengakui bahwa Yesus akan kembali dalam 56 tahun ke depan, dan selanjutnya masa akhir zaman akan segera dimulai.
4. Komet Halley, 1910
Tahun 1881, seorang astronom, dari analisa spektral, menemukan bahwa ekor komet mengandung gas mematikan yang disebut cyanogen (dari asal kata sianida). Tadinya ini tak terlalu menarik hingga seseorang menyadari bahwa lintas bumi akan berpotongan dengan ekor komet Halley di tahun 1910. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Artikel, Berita | Ditandai: Fatwa Haram Mui, Hari Kiamat, Isu Hari Kiamat, Kiamat | 8 Komentar »

Santri Putra dalam acara khataman Al-Qur'an
Pesantren Nihayatul Amal Sumberjaya memiliki tradisi khataman Al-qur’an sebulan sekali yang dilaksanakan setiap malam jum’at pekan pertama. Tradisi khataman ini (tadarusan bersama-sama antara ustadz dan santri-santri), bertujuan agar para santri terbiasa dan gemar membaca Al-Qura’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup umat islam. Selain untuk memupuk kecintaan santri terhadap gemar membaca Al-Qur’an, khataman ini juga telah menjadi agenda pesantren tiap bulannya. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agenda, Berita, Info Pesantren, Sosok | Ditandai: Al-Qur'an, Gemar membaca | 6 Komentar »
Rabb masih adakah tempat di syurga untuk kami saat ini
Kadang aku merenung dan bertanya-tanya dalam hati, masih adakah tempat di syurga untuk umat yg hidup saat ini?…Bila membandingkan sosok umat dahulu dengan yg ada saat ini, rasanya sudah tidak ada lagi tempat di syurga untuk umat saat ini, kecuali atas kemurahan dan kasih sayang Allah. Di zaman Rasulullah dan para sahabat hidup, tumbuh rasa kecintaan yg besar di hati mereka terhadap ajaran Islam dan sosok Rasulullah, hingga salah seorang sahabat rela dihukum gantung dan disalib, ketimbang harus menyerahkan kebebasan dirinya dan membiarkan Rasulullah terluka walaupun hanya tertusuk duri. Tapi lihat keadaan saat ini, yg masih mengaku seorang muslim, membiarkan ajaran Islam di injak-injak dan dilecehkan dan membiarkan Rasulullah di hujat oleh para musuh Islam, bahkan beramai-ramai ikut menginjak-injak ajaran Islam serta ikut melecehkan dan menghujat Rasulullah.
Dulu Abu Bakar rela digigit ular kakinya ketimbang gerak tubuhnya memungkinkan akan terbangunnya Rasul dari tidurnya, namun lihat keadaan saat ini? Banyak muslim yg tidak
bergeming hati apalagi jasadnya, melihat ajaran Rasulullah yg dulu diperjuangkan dengan darah dan air mata, sedangkan saat ini jangankan sunnah Rasul yg harus dipegang teguh apalagi diperjuangkan, firman-firman Allah saja sudah berani ada yg menginjak-injak dan mempertentangkan perintahNya.
Hemm….kadang aku perhatikan tingkah orang-orang sekitar, yg seolah-olah hidup akan selamanya di dunia, tanpa memikirkan tempat kembalinya kelak di akhirat. Kalau kita tanya
kebanyakan orang saat ini, siapa Muhammad itu? Dan hanya menjawab bahwa Muhammad itu Rasulullah, Nabi terakhir, Nabi umat Islam, hanya sebatas itu tanpa mengenal pribadinya dan apa saja yg sudah dilakukannya serta diperjuangkannya. Jika melihat keadaan saat ini, bagaimana mungkin menumbuhkan rasa cinta dihati dan timbul perasaan dekat hingga ada perasaan tidak rela bila mendengar dan melihat ajaran Islam warisannya dihina dan diinjak-injak.
DIarsipkan di bawah: Artikel, Berita, Info Pesantren | 8 Komentar »

Ilustrasi Wakaf Uang
Badan Wakaf Indonesai (BWI) akan mencanangkan gerakan wakaf uang untuk meransang masyarakat tidak hanya berwakaf tanah dan bangunan.
Ketua BWI Tholhah Hasan dalam siaran persnya yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, mengatakan, wakaf uang sudah lama dikenal di sejumlah negara yang berpenduduk muslim.
Dijelaskannya, pada tahun 1997 (1418 H), Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, mengagas dan menjadi tuan rumah Muktamar Menteri-Menteri Wakaf dan Urusan Islam dari negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Hasil pertemuan tersebut merekomendasi kepada Islamic Development Bank (IDB) untuk membentuk Badan Wakaf Dunia (Hay?atul Awqaf al-`Alamiyah) di bawah struktur IDB. Pada 10 September 2001 (1422 H) IDB mendirikan Badan Wakaf Dunia tersebut.
“Sayangnya, Indonesia sebagai negara inisiator, terbilang lamban dalam mengembangkan perwakafan. Perkembangan wakaf di Indonesia mulai bergairah sejak disahkannya UU No. 41 tahun 2004 tentang wakaf,” kata Thalhah.
Dua tahun kemudian, terbit Peraturan Pemerintah (PP) No.42 tahun 2006 tentang pelaksanaan UU wakaf dan tahun 2007, berdirilah Badan Wakaf Indonesia (BWI), berdasarkan berdasarkan Keputusan Presiden No.75/M/2007.
DIarsipkan di bawah: Berita | 2 Komentar »